Rabu, 19 Maret 2014

Artikel 2

PERBEDAAN ANTARA PSIKOTERAPI DAN KONSELING

Psikoterapi dan konseling seringkali dianggap sebagai suatu hal yang sama, padahal diantara keduanya itu terdapat perbedaan-perbedaan yang kurang kita perhatikan.

Menurut Brammer & Shostrom (1977), mengemukakan bahwa :

1.  Konseling ditandai oleh adanya terminologi seperti “educational, vocational, supportive, situasional, problem solving, conscious awareness,  normal, present time and short term.”

2.  Sedangkan psikoterapi ditandai : “ supportive (dalam keadaan krisis), reconstructive, depth emphasis, analytical, focus on the past, neurotics, and other severe emotional problems and longterm.” 

Pallone (1997) & Patterson (1973), menyimpulkan bahwa perbedaan antara psikoterapi dan konseling yang dikutip oleh Thompson & Rudolph (1983) adalah sebagai berikut :

1.  Psikoterapi, untuk :
a.   Pasien
b.   Gangguan yang serius
c.   Masalah kepribadian dan pengambilan keputusan
d.   Berhubungan dengan penyembuhan
e.   Lingkungan medis
f.    Berhubungan dengan ketidaksadaran
g.   Metode penyembuhan

2.  Konseling, untuk :
a.   Klien
b.   Gangguan yang kurang serius
c.   Masalah : jabatan dan pendidikan
d.   Berhubungan dengan pencegahan
e.   Lingkungan pendidikan dan non medis
f.    Berhubungan dengan kesadaran
g.   Metode pendidikan

Secara teknis, "konselor" berarti "penasihat." Ini melibatkan dua orang yang bekerja sama untuk memecahkan masalah. 

Dalam konteks kesehatan mental, "konseling" umumnya digunakan untuk menunjukkan pengobatan yang relatif singkat yang difokuskan sebagian besar pada perilaku. Ini sering menargetkan gejala tertentu atau situasi bermasalah dan menawarkan saran dan nasihat untuk berurusan dengan itu.

"Psikoterapi" di sisi lain umumnya merupakan pengobatan jangka panjang yang lebih berfokus pada memperoleh wawasan kronis masalah fisik dan emosional. Ini fokus pada proses berpikir pasien dan cara berada di dunia daripada masalah-masalah tertentu.

Seorang terapis dapat memberikan konseling dengan situasi tertentu dan konselor dapat berfungsi secara psikoterapi. Secara umum, bagaimanapun, psikoterapi membutuhkan keterampilan lebih dari konseling sederhana. Hal ini dilakukan oleh para profesional terlatih untuk berlatih psikoterapi seperti psikiater, konselor terlatih, pekerja sosial atau psikolog. Sementara psikoterapis yang memenuhi syarat untuk memberikan konseling, konselor mungkin atau mungkin tidak memiliki pelatihan dan keterampilan untuk memberikan psikoterapi diperlukan.

Sumber :


Gunarsa, S. D.(2007). Konseling dan Psikoterapi. Jakarta: Gunung Mulia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar