Jumat, 17 Mei 2013

Penyesuaian Diri dan Pertumbuhan


A. Konsep Penyesuaian Diri


Kita manusia sebagai mahluk sosial tidak dapat hidup sendiri karena kita akan saling membutuhkan satu sama lain. Maka dalam kehidupan seringkali kita dihadapkan dalam kondisi-kondisi yang baru dimana kita diharuskan menyesuaikan diri kita dengan lingkungan yang baru tersebut. Sebagai manusia kita sering diminta agar mampu menyesuaikan diri atau beradaptasi agar memudahkan kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Tapi tahukah kita apa itu menyesuaikan diri? Apa itu adaptasi? Dan apa perbedaan dari penyesuaian diri dan adaptasi?

Penyesuaian diri (adjustment) merupakan suatu istilah yang sulit dijelaskan karena penyesuaian diri (adjustment) mengandung banyak arti. Penyesuaian dapat dilihat dari 3 sudut pandang, yaitu :

a.        Penyesuaian Diri sebagai Bentuk Adaptasi
Penyesuaian diri disamakan dengan adaptasi yang merupakan suatu proses dimana organisme yang agak sederhana mematuhi tuntutan-tuntutan lingkungan.
Penyesuaian diri sebagai bentuk adaptasi lebih mengarah pada penyesuaian diri dalam arti fisik, fisiologis, dan biologis.

b.        Penyesuaian Diri sebagai Bentuk Konformitas
Penyesuaian diri sebagai bentuk konformitas terhadap norma memaknai penyesuaian diri individu sebagai usaha konformitas yang menyiratkan bahwa individu seakan-akan mendapat tekanan kuat untuk selalu menghindar dari penyimpangan perilaku, baik secara moral, emosional maupun sosial.

c.         Penyesuaian sebagai Usaha Penguasaan
Penyesuaian diri sebagai usaha penguasaan yaitu kemampuan untuk merencanakan dan mengorganisasikan respon dalam cara-cara tertentu sehingga konflik-konflik, kesulitan dan frustasi tidak terjadi.
Maka dari penjelasan diatas Schneiders menyimpulkan bahwa penyesuaian diri merupakan suatu proses yang mencakup respon-respon mental dan tingkah laku yang merupakan usaha individu agar berhasil menghadapi kebutuhan-kebutuhan internal, ketegangan, frustasi, konflik-konflik serta untuk menghasilkan kualitas keselarasan, antara tuntutan dari dalam diri individu dengan tuntutan dunia luar atau lingkungan tempat individu berada.
    
B. Pertumbuhan Personal



Manusia mengalami yang namanya proses tumbuh dan berkembang. Semenjak lahir sampai tua, kita mengalami pertumbuhan. Sebagai manusia yang normal dan sehat, akan mengalami proses pertumbuhan yang normal pula.

Pertumbuhan sendiri adalah perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari proses-proses pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal yang sehat pada waktu yang normal.

Setiap individu mengalami pertumbuhan yang berbeda-beda. Sehingga mempengaruhi seseorang dalam proses menyesuaikan diri.

-        Penekanan Pertumbuhan Diri
Pertumbuhan adalah perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal pada anak yang sehat pada waktu yang normal. Pertumbuhan dapat juga diartikan sebagai proses transmisi dari konstitusi fisik (keadaan tubuh atau keadaan jasmaniah) yang herediter dalam bentuk proses aktif secara berkesinambungan. Jadi, pertumbuhan berkaitan dengan perubahan kuantitatif yang menyangkut peningkatan ukuran dan struktur biologis.

-        Variasi Dalam Pertumbuhan
Tidak selamanya individu berhasil dalam melakukan penyesuaian diri, karena kadang-kadang ada rintangan yang menyebabkan tidak berhasil melakukan penyesuaian diri. Rintangan-rintangan itu mungkin terdapat dalam dirinya atau diluar dirinya.

-        Kondisi - Kondisi Untuk Bertumbuh
Struktur jasmaniah merupakan kondisi primer bagi tingkah laku maka dapat diperkirakan bahwa sistem saraf, kelenjar, dan otot merupakan faktor yang penting bagi proses penyesuaian diri. Beberapa penelitian menunjukan bahwa gangguan dalam sisitem saraf, kelenjar, dan otot dapat menimbulkan gejala-gejala gangguan mental, tingkah laku, dan kepribadian. Dengan demikian, kondisi sistem tubuh yang baik merupakan syaraf bagi tercapainya proses penyesuaian diri yang baik. Disamping itu, kesehatan dan penyakit jasmaniah juga berhubungan dengan penyesuaian diri, kualitas penyesuaian diri yang baik hanya dapat diperoleh dan dipelihara dalam kondisi kesehatan jasmaniah yang baik pula. Ini berarti bahwa gangguan penyakit jasmaniah yang diderita oleh seseorang akan mengganggu proses penyesuaian dirinya.

Jadi jika kondisi-kondisi tubuh itu berfungsi dengan baik, maka proses pertumbuhannya pun akan berjalan dengan baik. 


Sumber :

Semiun, Yustinus. 2006. Kesehatan Mental 1. Kanisius : Jakarta




Sumber Gambar :



Tidak ada komentar:

Posting Komentar