Minggu, 04 Maret 2012

Misteri Awan Gempa


Fenomena yang terjadi belakangan ini adalah munculnya awan gempa sebagai tanda akan terjadinya gempa bumi. Awan gempa ini bentuknya memanjang seperti asap yang keluar dari pesawat.



Mitos yang terdengar bahwa awan ini sebagai pertanda akan terjadinya bencana gempa bumi. Ternyata mitos itu dibenarkan oleh para ilmuwan, menurut mereka ada beberapa tanda-tanda peringatan akan adanya gempa bumi, misalnya: kelakuan binatang-binatang yang tidak seperti biasanya, pengaruh astologi, pergerakan bawah air tanah, halo matahari dan formasi awan yang aneh yang muncul sebelum terjadinya gempa bumi.

Beberapa gempa yang terjadi antara tahun1993 sampai 2006 dikaitkan dengan munculnya formasi awan ini sebagai tanda-tanda.

·        Di Jepang tepatnya di Kobe, delapan hari sebelum terjadinya gempa dahsyat pada tahun 1995, ditandai dengan kemunculan awan seperti itu.

·     Awan serupa juga muncul sehari sebelum terjadinya gempa di Kagoshima tahun 1993.

·        Bahkan gempa di Niigata tahun 2004 terjadi cuma empat jam setelah kemunculan awan aneh seperti itu.



·      Hal yang sama juga terjadi di Yogyakarta pada tahun 2006, awan seperti itu muncul pada tanggal 3 Mei 2006 tepat beberapa minggu sebelum gempa dahsyat mengguncang Yogyakarta pada tanggal 27 Mei 2006.


Sumber Gambar :

·      China bahkan sudah membicarakan tanda alam tersebut tahun 1622, tepatnya 25 Oktober, dimana terjadi gempa besar 7 SR di Guyuan, Propinsi Ningxia, China Barat. Masyarakat China Barat saat itu melihat ada awan aneh sebelum gempa.


Sumber Gambar :

·     Tahun 1978, sehari sebelum gempa Kanto di Jepang, Walikota Kyoto Kagida melihat awan aneh. Ia mengaitkan gempa dengan awan tersebut. Fenomena itu lalu disebut Kagida Cloud atau Awan Kagida, yang memperkirakan sumber gempa di titik paling tengah awan gempa. Namun, tahun 1985 pendapatnya dibantah. Sumber gempa diduga titik terus terjadinya pembentukan awan. Satelit IndoEx memperlihatkan
rekaman-rekaman fenomena gempa diiringi awan.


Sumber Gambar :


·     Pada 20 Desember 2003, langit sekitar Bam, Iran, muncul awan memanjang. Empat hari kemudian terjadi gempa 6,8 SR.


Sumber Gambar :

·        Pada 17 Januari 1994 muncul awan seperti asap roket di sekitar Northride, Amerika Serikat dan sehari kemudian terjadi gempa.


Sumber gambar :

·        Pada 13 Februari 1994 muncul awan berbentuk gelombang di Northride dan 20 Maret 1994 terjadi gempa besar.


Sumber Gambar :

·     Pada 31 Agustus 1994 ada awan berbentuk bulu ayan di Northern California, Amerika Serikat. Pada 1 September terjadi gempa di daerah itu.

Sumber Gambar :

·       Pada 22 Juli 1996 awan seperti sinar terjadi di kawasan Joshua Tree, Amerika Serikat, dan 23 hari kemudian terjadi gempa.



Sumber Gambar :


Sebagai teori alternatif, didukung oleh para penganut model Listrik Semesta (Electric Universe), menyatakan bahwa beberapa gempa bumi kemungkinan memiliki karakteristik listrik, termasuk di dalamnya fenomena aural, radio dan gangguan VLF (Very Low Frequency).

Fenomena awan gempa ini ada yang mengatakan bahwa awan tersebut sebagai suatu pertanda akan terjadinya bencana alam berupa gempa bumi, tetapi ada juga yang mengatakan bahwa itu semua hanya kebetulan saja.


Tidak mudah ‘menghalau’ (mendebatkan mitos awan gempa, mitos itu sendiri berkembang karena memang manusia menginginkan sesuatu dengan cara cepat. Penjelasan-penjelasan ilmiah semu (psudoscience) sering mengikuti berkembangnya mitos-mitos tentang gejala alam.

Awan lurus yang terlihat seringkali disebut sebagai awan cirrus, yaitu awan yang cukup tinggi attitudenya. awan ini memiliki ketinggian antara rata-rata yang teramati sekitar 20000 ft atau sekitar 6 Km tingginya.


Sumber Gambar : 


- Kalau anda normal mengamati dengan sudut 30 derajat maka awan cirrus tersebut berada 12 Km dari tempat anda berdiri.
- Kalau anda mendongak (40 derajat) maka ketinggian jarak lateral awan itu hanya 6 Km.
- Kalau anda menggunakan padangan datar (<5>)


Dengan mengetahui ketinggian awan cirrus ini, maka kita dapat memperkirakan dimana awan itu berada. Dengan ketinggannya yang hanya 6 Km maka jarak pandang terjauh sebelum tertutup pohon atau gedung-gedung, dan juga karena kondisi udara di khatulistiwa yang banyak mengandung uap air (yg mengurangi feasibilty/ jarak lihat), maka awan yg teramati dengan mata telanjang mungkin hanya sekitar 30-40 Km saja. Yg tertangkap dengan baik oleh kamera rata-rata saya perkirakan terjauhnya hanya sekitar 20 Km saja.

Sampai saat ini fenomena awan gempa masih menjadi perdebatan yang belum diketahui kebenarannya.

2 komentar:

  1. maaf sehubungan dengan mata kuliah softskill silahkan dimasukkan link gunadarma http://www.gunadarma.ac.id/ di blog kalian.terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. maaf,, maksudnya bagaimana ya?
      saya kurang mengerti..

      Hapus