Kamis, 18 April 2013

Stress


1.      Pengertian Stress


a.      Arti penting stress
Stress merupakan suatu keadaan tertekan, baik secara fisik maupun psikologis. Dapat dikatakan juga stress adalah reaksi tubuh terhadap situasi yang menimbulkan tekanan, perubahan, ketegangan emosi, dan lain-lain.

Ø  Menurut Hans Selye, “Stress adalah respon manusia yang bersifat nonspesifik terhadap setiap tuntutan kebutuhan yang ada dalam dirinya.”
GAS (General Adaptation Syndrom) merupakan respon fisiologis dari seluruh tubuh terhadap stress. Respon yang terlibat didalam nya adalah sistem saraf otonom dan sistem endokrin.
Terdapat 3 fase, yaitu :
o   Fase Alarm            (waspada)
o   Fase Resistance (melawan)
o   Fase Exhaustion (kelelahan)

Ø  Faktor-faktor individual dan sosial yang menjadi penyebab stress, yaitu :

Ø  Faktor Individu
Biasanya yang menyebabkan diri individu mengalami stress berasal dari keadaan atau kondisi keluarga,seperti salah pola asuh, broken home, keadaan ekonomi yang sulit, serta kurangnya kecocokan dengan aturan keluarga. Itu semua hanya sebagian kecil faktor individu yang menyebabkan stress.

Ø  Faktor Sosial
Seseorang mengalami stress bukan hanya karena faktor individu saja, melainkan dikarenakan faktor sosialnya juga. Faktor sosial yang dimaksud seperti disebabkan karena bencana alam (gempa bumi, tsunami, longsor, banjir, kebakaran, dan lain-lain). Karena sebab-sebab itulah biasanya individu tersebut merasakan goncangan yang sangat kuat dan jika individu tersebut tidak bias terima keadaan tersebut maka akan menyebabkan seseorang mengalami stress.


b.      Tipe-tipe Stress
Tipe-tipe stress terbagi menjadi empat, yaitu :
Ø  Tekanan
Biasanya tekanan muncul tidak hanya dalam diri sendiri, mealinkan di luar diri juga. Karena biasanya apa yang menjadi pandangan kita terkadang bertentangan dengan pandangan orang tua, itu yang terkadang menjadi salah satu tekanan psikologis bagi seorang anak yang akan menimbulkan stress pada anak tersebut.

Ø  Frustasi
Suatu kondisi psikologis yang tidak menyenangkan sebagai akibat terhambatnya seseorang dalam mencapai apa yang diinginkannya.

Ø  Konflik
Perbedaan pendapat, perbedaan cara pandang bahkan perbedaan pandangan dalam mencapai suatu tujuan itu akan menimbulkan koflik. Biasanya tidak hanya konflik dengan diri sendiri, banyak juga konflik ini terjadi antar beberapa orang, kelompok, bahkna organisasi.

Ø  Kecemasan
Khawatir, gelisah, takut dan perasaan semacamnya itu merupakn suatu tanda atau sinyal
seseorang mengalami kecemasan. Biasanya kecemasan di timbulkan karena adanya rasa
kurang nyaman, rasa tidak aman atau merasa terancam pada dirinya.


c.       Pendekatan problem solving terhadap stress
Proses mental dan intelektual dalam menemukan masalah dan memecahkan masalah berdasarkan data dan informasi yang akurat, sehingga dapat diambil kesimpulan yang cermat dan akurat. Atau ketika kita mendapatkan masalah dan membuat kita stress, lebih baik kita berdoa dan memohon petunjuk dari yang Maha Kuasa.

Ø  Strategi coping yang spontan mengatasi stress, yaitu :

Menurut Lazanus, penanganan stress atau coping terdiri dari dua bentuk, yaitu :
-    Problem-Pocused Coping (coping yang berfokus pada masalah)
Penanganan stress atau coping yang digunakan oleh individu yang mengahadapi masalahnya dan berusaha menyelesaikannya.

-    Emotional-Pocused Coping (coping yang berfokus pada emosi)
Penanganan stress dimana individu memberikan respon terhadap situasi stress dengan cara emosional, terutama dengan penilaian defensive.

Sumber :




Sumber Gambar :

Teori Kepribadian Sehat


Kepribadian adalah terjemahan dari bahasa Inggris “personality” dan kata “persona” berasal dari bahasa Yunani yang berarti topeng.

Lalu tahukah kamu apa itu kepribadian yang sehat? Bagaimanakah ciri-ciri kepribadian yang sehat? 

Berikut kepribadian sehat menurut beberapa ahli, yaitu :


a.      Gordon W. Allport (1897-1967)


Allport menyatakan “kepribadian adalah organisasi dinamis dari system-sistem psikofisik dalam diri individu yang menentukan caranya yang khas (unik) dalam penyesuaian dengan lingkungan.”
Pandangan-pandangan Allport tentang sifat-sifat khusus dari kepribadian terbagi ke dalam tujuh kriteria kepribadian yang matang, yaitu:

1.      Perluasan Perasaan Diri
Ketika diri berkembang maka diri itu meluas menjangkau banyak orang dan benda. Mula-mula diri berpusat hanya pada individu, kemudian ketika pengalaman bertumbuh maka diri bertambah luas meliputi nila-nilai dan cita-cita yang abstrak. Jadi, ketika orang menjadi matang, dia mengembangkan perhatian-perhatian diluar diri. Akan tetapi tida cukup hanya berinteraksi dengan sesuatu atau seseorang diluar diri. Orang harus menjadi partisipan yang langsung dan penuh, Allport menamakan “ partisipasi otentik yang dilakukan oleh orang dalam beberapa suasana yang penting dari usaha manusia” dan orang harus meluaskan diri ke dalam aktivitas.

2.      Hubungan Diri yang Hangat dengan Orang-orang Lain
Allport membedakan dua macam kehangatan dalam hubungan dengan orang-orang lain, yaitu :
a.       Kapasitas untuk keintiman
Orang yang sehat secara psikologis mampu memperlihatkan keintiman (cinta) terhadap orang tua, anak, teman akrab dan partner. Yang dihasilkan oleh kapasitas keintiman adalah suatu perasaan perluasan diri yang berkembang dengan baik. Syarat lain bagi kapasitas untuk keintiman ialah suatu perasaan identitas diri yang berkembang dengan baik. Dan hubungan cinta dari orang yang sehat adalah tanpa syarat, tidak melumpuhkan atau mengikat.
b.      Kapasitas untuk perasaan terharu
Suatu pemahaman tentang kondisi dasar manusia dan perasaan kekeluargaan dengan semua bangsa. Orang yang sehat memiliki kapasitas untuk memahami kesakitan, penderitaan, ketakutan, dan kegagalan yang merupakan cirri kehidupan manusia. Hasil dari kapasitas untuk perasaan terharu, kepribadian yang matang sabar terhadap tingkah laku orang-orang lain dan tidak mengaadili atau menghukumnya.orang yang sehat menerima kelemahan manusia dan mengetahui bahwa dia memiliki kelemahan yang sama.
  
3.      Keamanan Emosional
Kepribadian-kepribadian yang sehat mampu menerima emosi-emosi manusia. Kepribadian yang sehat mengontrol emosi-emosi mereka, sehingga emosi-emosi ini tidak mengganggu aktivitas antar pribadi. Kualitas lain dari keamanan emosional ialah apa yang disebut Allport “ sabar terhadap kekcewaan “, Seseorang bereaksi terhadap tekanan-tekanan dan terhadap hambatan dari kemauan-kemauan dan keinginan-keinginan.

4.      Persepsi Realistis
Orang-orang yang sehat memandang dunia mereka secara objektif. Orang-orang yang sehat tidak perlu percaya bahwa orang-orang lain atau situasi-situasi semuanya jahat atau semuanya baik menurut suatu prasangka pribadi terhadap realitas. Mereka menerima realitas sebagaimana adanya.

5.      Keterampilan-keterampilan dan Tugas-tugas
Allport menekankan pentingnya pekerjaan dan perlunya menenggelamkan diri sendiri di dalamnya. Keberhasilan dalam pekerjaan menunjukkan perkembangan keterampilan-keterampilan dan bakat-bakat tertentu suatu tingkat kemampuan. Allport juga mengutip apa yang dikatakan oleh Harvey Cushing , “ Satu-satunya cara untuk melangsungkan kehidupan adaalah menyelesaikan tugas.
Pekerjaan dan tanggung jawab memberikan arti dan perasaan kontinuitas untuk hidup. Tidak mungkin mencapai kematangan dan kesehatan psikologis yang positif tanpa melakukan pekerjaan yang penting dan melakukannya untuk dedikasi, komitmen, dan keterampilan-keterampilan.

6.      Pemahaman Diri
Kepribadian yang sehat mencapai suatu tingkat pemahaman diri yang lebih tinggi daripada orang-orang neurotis. Pengenalan diri yang memadai menuntut pemahaman tentang hubungan atau perbedaan antara gambaran tentang diri yang dimiliki seseorang dengan dirinya menurut keadaan yang sesungguhnya. Orang yang sehat juga dapat terbuka pada pendapat orang-orang lain dalam merumuskan suatu gambaran diri yang objektif.
Orang yang memiliki suatu tingkat pemahaman diri yang tinggi atau wawasan diri tidak mungkin meproyeksikan kualitas-kualitas pribadinya yang negative kepada orang lain.

7.      Filsafat Hidup yang Mempersatukan
Orang-orang yang sehat melihat kedepan, didorong oleh tujuan dan rencana jangka panjang. Memiliki suatu perasaan akan tujuan, suatu tugas untuk bekerja sampai selesai. Bagi Allport rupanya mustahil memiliki suatu kepribadian yang sehat tanpa aspirasi-aspirasi dan arah ke masa depan. Maka orang yang sehat akan berkata “ saya sebaiknya bertingkah laku begini “. Suara hati yang matang adalah suatu perasaan kewajiban dan tanggung jawab kepada diri sendiri dan kepada orang-orang lain, dan mungkin berakar dalam nilai-nilai agama atau nilai-nilai etis.



b.      Carl Rogers (1902-1987)


Cara-cara khusus bagaimana diri itu berkembang dan apakah dia akan menjadi sehat atau tidak tergantung pada cinta yang diterima anak pada masa kecil. Pada waktu diri itu berkembang, anak juga belajar membutuhkan cinta atau kebutuhan “ penghargaan positif “ (positive regard). Self concept yang berkembang dari anak sangat dipengaruhi oleh ibu.
Kepribadian yang sehat adalah suatu proses atau suatu arah. Aktualisasi diri berlangsung terus, tidak pernah merupakan suatu kondisi yang selesai atau statis. Tujuannya yakni orientasi ke masa depan, menarik individu kedepan dan selanjutnya mendiferensiasikan dan mengembangkan segala segi dari diri.

Lima sifat orang yang berfungsi sepenuhnya, yaitu :
1.      Keterbukaan pada pengalaman
Sikap keterbukaan pada pengalaman merupakan lawan dari sikap defensif. Kepribadian adalah fleksibel, tidak hanya mau menerima pengalaman-pengalaman yang diberikan oleh kehidupan, tetapi juga membuka kesempatan-kesempatan persepsi dan ungkapan baru.

2.      Kehidupan eksistensial
Kehidupan eksistensial merupakan segi yang esensial dari kepribadian yang sehat.kepribadian terbuka kepada segala sesuatu yang terjadi pada momen itu dan dia menemukan dalam setiap pengalaman suatu struktur yang dapat berubah dengan mudah sbagai respon atas pengalaman momen yang berikutnya.

3.      Kepercayaan terhadap organisme orang sendiri
Karena terbuka pada semua pengalaman serta menghidupkan pengalaman-pengalaman itu sepenuhnya, maka individu yang sehat dapat membiarkan seluruh organisme mempertimbangkan setiap segi dari suatu situasi. Semua faktor yang relevan diperhitungkan dan dipertimbangkan serta dicapai keputusan yang akan memuaskan semua segi situasi sengan baik. 

4.      Perasaan bebas
Seseorang yang sehat secara psikologis, semakin juga ia mengalami kebebasan untuk memilih dan bertindak. Orang yang sehat dapat memilih dengan bebas tanpa adanya paksaan atau rintangan antara alternative pikiran dan tindakan.

5.      Kreatifitas
Semua orang yang berfungsi sepenuhnya sangat kreatif dan lebih mampu menyesuaikan diri dan bertahan terhadap perubahan yang drastic dalam kondisi lingkungan. Mereka memiliki kreativitas dan spontanitas untuk menanggulangi perubahan-perubahan traumatis.



c.       Abraham Maslow (1908-1970)


Prasyarat untuk mencapai aktualisasi diri ialah dengan memuaskan kebutuhan yang berada dalam tingkat yang lebih rendah, yaitu :

1.      Kebutuhan-kebutuhan fisiologis
Kebutuhan-kebutuhan yang jelas terhadap makanan, air, udara, dan juga seks. Pemuasan terhadap kebutuhan-kebutuhan tersebut sangat penting untuk kelangsungan hidup. Karena suatu kebutuhan yang dipuaskan tidak lagi merupakan suatu kebutuhan, maka kebutuhan-kebutuhan fisiologis memainkan suatu peranan yang minimal dalam kehidupan kita. Dan setelah kebutuhan-kebutuhan fisiologis dipenuhi, maka akan didorong oleh kebutuhan-kebutuhan akan rasa aman.

2.      Kebutuhan-kebutuhan akan rasa aman
Kebutuhan-kebutuhan ini meliputi kebutuhan akan jaminan, stabilitas, perlindungan, ketertiban, bebas dari ketakutan dan kecemasan. Untuk pribadi yang sehat, kebutuhan akan rasa aman tidak berlebih-lebihan atau selalu mendesak. Apabila mencapai suatu tingkat tertentu dari rasa aman dan jaminan, maka kita digerakkan untuk memuaskan kebutuhan akan rasa memiliki dan cinta.

3.      Kebutuhan-kebutuhan akan rasa memiliki dan cinta
Kebutuhan-kebutuhan ini, seperti kita dapat mengggabungkan diri dalam suatu kelompok atau perkumpulan, menerima nilai-nilai dan sifat-sifat guna merasakan perasaan memiliki. Dan untuk memuaskan kebutuhan akan cinta dengan membangun suatu hubungan akrab dan penuh perhatian dengan orang lain dan dengan hubungan ini member dan menerima cinta sama penting. Apabila kita telah memuaskan kebutuhan akan rasa memiliki dan cinta, maka kita membutuhkan rasa penghargaan.

4.      Kebutuhan akan penghargaan
Menurut Maslow, kebutuhan akan penghargaan dibedakan menjadi dua macam, yaitu :
-          Penghargaan yang berasal dari orang-orang lain.
Kita akan merasa yakin bahwa diri kita baik yaitu jika orang-orang berpikir baik tentang kita.
-          Penghargaan terhadap diri sendiri.
Kita merasa yakin dan aman akan diri kita yaitu ketika merasa berharga dan serasi dan seimbang.
Apabila telah memuaskan semua kebutuhan ini, maka didorong oleh kebutuhan yang paling tinggi yaitu kebutuhan akan aktualisasi diri.

5.      Kebutuhan akan aktualisasi diri
Aktualisasi diri merupakan sebagai perkembangan yang paling tinggi dan penggunaan semua bakat kita, pemenuhan semua kualitas dan kapasitas kita.

Dan jika semua kebutuhan terpenuhi maka dapat dikatakan kita sehat secara psikologis.

  Sifat-sifat khusus yang menggambarkan pengaktualisasi-pengaktualisasikan diri, yaitu :
1.      Mengamati realitas secara efisien
2.      Penerimaan umum atas kodrat, orang-orang lain dan diri sendiri
3.      Spontanitas, kesederhanaan, dan kewajaran
4.      Fokus pada masalah-masalah di luat diri mereka
5.      Kebutuhan akan privasi dan independensi
6.      Berfungsi secara otonom
7.      Apresiasi yang senantiasa segar
8.      Pengalaman-pengalaman mistik atau “puncak”
9.      Minat sosial
10.  Hubungan antar pribadi
11.  Struktur watak demokratis
12.  Perbedaan antara sarana dan tujuan, antara baik dan buruk
13.  Perasaan humor yang tidak menimbulkan permusuhan
14.  Kreativitas
15.  Resistensi terhadap inkulturasi



d.      Erich Fromm (1900-….)


Orang-orang yang sehat memuaskan kebutuhan-kebutuhan psikologis secara kreatif dan produktif.
Fromm menyebutkan kepribadian yang sehat, yaitu orientasi produktif. “Orientasi” adalah suatu sikap umum atau segi pandangan yang meliputi semua segi kehidupan, respons-respons intleketual, emosional, dan sensoris terhadap orang-orang, benda-benda, dan peristiwa-peristiwa di dunia dan juga terhadap diri. “Produktif” adalah orang yang menggunakan semua tenaga dan potensinya. Orang-orang yang sehat menciptakan diri mereka dengan melahirkan semua potensi mereka, dengan menjadi semua kesanggupan mereka, dengan memenuhi semua kapasitas mereka.
Jadi, orientasi produktif suatu keadaan ideal atau tujuan perkembangan manusia dan belum pernah dicapai dalam masyarakat manapun.  

Sumber :
Schultz, Duane. (2011). Psikologi Pertumbuhan: model-model kepribadian sehat. Yogyakarta: Kanisius

Basuki, Heru. (2008). Psikologi Umum. Jakarta: Universitas Gunadarma

Sumber Gambar :








Kamis, 21 Maret 2013

Kesehatan Mental "Tulisan 3"


Penyesuaian Diri dan Pertumbuhan

Apakah kita dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya? Bagaimana cara kita menyesuaikan diri dengan lingkungan? 

Penyesuaian diri adalah bagaimana kita mampu beradaptasi dan bertindak dengan baik dan normal sesuai dengan lingkungan.

Penyesuaian diri menurut Schneider (Patosuwido, 1993) merupakan kemampuan untuk mengatasi kebutuhan, frustasi, dan kemampuan untuk mengembangkan mekanisme psikologi yang tepat. Sedangkan menurut Sawrey dan Telford (Colhoun & Acocella, 1990) penyesuaian diri merupakan interaksi terus-menerus antara individu dengan lingkungannya yang melibatkan system behavioural, kognisi, dan emosional.

Ciri-ciri penyesuaian diri yang efektif, seperti :
  1. Memiliki persepsi yang akurat terhadap realita.
  2. Memiliki kemampuan untukberadaptasi dengan tekanan, stress, ataupun kecemasan.
  3. Memiliki gambaran diri yang positif tentang dirinya.
  4. Memiliki kemampuan untuk mengekspresikan perasaannya.
  5. Memiliki kemampuan relasi interpersonal yang baik.

Sehingga individu yang memiliki ciri-ciri tersebut digolongkan kedalam individu yang memiliki kesehatan mental yang positif.

Penyesuaian diri memiliki 2 aspek, yakni :
  • Penyesuaian Pribadi

Penyesuaian pribadi yaitu individu yang mampu menerima dirinya sendiri mulai dari kelebihan maupun kekurangan yang ada dalam dirinya, sehingga tercapai hubungan yang harmonis antara dirinya dengan lingkungan sekitar.
  • Penyesuaian Sosial

Penyesuaian sosial merupakan proses dimana saling berinteraksi dan saling mempengaruhi antar individu. Proses penyesuaian sosial terjadi di lingkup tempat individu tersebut tinggal dan berinteraksi dengan orang lain.

Dalam proses penyesuaian sosial, individu mulai berkenalan dengan kaidah-kaidah dan peraturan-peraturan lalu mematuhinya sehingga terbentuk pembentukkan jiwa sosial pada dirinya dan menjadi pola tingkah laku kelompok yang menjadi penyesuaian sosial untuk menahan dan mengendalikan diri.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penyesuaian Diri
  • Lingkungan Keluarga

Dalam keluarga kita diajarkan bagaimana kita berinteraksi dengan anggota keluarga, seperti orang tua dan saudara kita. Dan keluarga lah tempat pembentukan karakter individu dan penyesuaian diri pertama kali.
  • Lingkungan Teman Sebaya

Lingkungan teman sebaya sangat menentukan bagaimana seorang individu menyesuaikan dan menempatkan dirinya sesuai dengan keadaan. Seseorang yang dapat menyesuaikan diri dengan baik didalam lingkungan teman sebaya maka individu tersebut dapat dikatakan memiliki mental yang sehat dan baik.


Pertumbuhan Personal

Gambar diatas menunjukkan pertumbuhan seorang individu.

Manusia mengalami yang namanya proses tumbuh dan berkembang. Semenjak lahir sampai tua, kita mengalami pertumbuhan. Sebagai manusia yang normal dan sehat, akan mengalami proses pertumbuhan yang normal pula.

Pertumbuhan sendiri adalah perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari proses-proses pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal yang sehat pada waktu yang normal.

Setiap individu mengalami pertumbuhan yang berbeda-beda. Sehingga mempengaruhi seseorang dalam proses menyesuaikan diri.

Menurut Carl Rogers, 3 aspek yang memfasilitasi pertumbuhan personal dalam suatu hubungan adalah :
  1. Keikhlasan kemampuan untuk menyadari perasaan sendiri dan kenyataan.
  2. Menghormati keterpisahan dari orang lain tanpa kecuali.
  3. Keinginan yang terus-menerus untuk memahami atau berempati terhadap orang lain.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Personal :
  1. Faktor biologis
  2. Faktor geografis
  3. Faktor budaya

Sumber :



Sumber Gambar :


Kesehatan Mental "Tulisan 2"


Teori Kepribadian Sehat

Setiap manusia memiliki kepribadian yang berbeda-beda, dimana kepribadian tersebut ada yang secara sadar maupun tidak sadar. Kepribadian yang sehat menunjukkan dirinya sehat. Seperti sebuah ungkapan “mens sana er corpore sano”, bahwa didalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat. Karena semua nya adanya keseimbangan antara jiwa dan raganya.


Aliran Psikoanalisa

Menurut Sigmund Freud (1856-1938) dalam aliran psikoanalisa, perilaku dan proses mental manusia dimotivasi oleh kekuatan-kekuatan dan konflik-konflik dari dalam dan manusia yang dapat mengontrol atas kekuatan tersebut.

Kepribadian yang sehat menurut Freud adalah hasil dari interaksi yang seimbang antara id, ego dan super ego. Karena fokus pada aliran ini adalah totalitas kepribadian manusia bukan pada bagian yang terpisah. Jika dorongan-dorongan itu tidak bias disalurkan maka akan menyebabkan gangguan kepribadian dan akan mengganggu kesehatan mental atau disebut psikoneurosis.

Kepribadian yang sehat menurut psikoanalisis, yaitu :
  1. Individu beregrak menurut pola perkembangan yang ilmiah.
  2. Memiliki kemampuan dalam mengatasi tekanan dan kecemasan dengan proses belajar.
  3. Seimbangnya fungsi dari super ego terhadap id dan ego.
  4. Pada mentalnya tidak terdapat gangguan atau penyimpangan.
  5. Dengan dorongan dan keinginannya dapat menyesuaikan keadaan sekitar.


Aliran Behaviouristik

Menurut John B. Watson (1879-1958) dalam aliran behaviourisme, perilaku manusia dipengaruhi oleh oleh lingkungannya. Dimana manusia dibentuk dan ditentukan oleh lingkungan sosial budayanya. Aliran ini pula menekankan pada tingkah laku yang nampak.  

Kepribadian menurut aliran Behaviourisme, manusia dianggap memberikan respon yang pasif terhadap stimulus-stimulus dari luar. Kepribadian manusia sebagai suatu system yang bertingkah laku sesuai dengan peraturan dan menganggap manusia tidak memiliki sikap diri sendiri.

Kepribadian yang sehat menurut Behaviouristik, yaitu :
  1. Memberikan respon terhadap faktor dari luar.
  2. Bertindak secara sistematis dan dipengaruhi oleh pengalaman.
  3. Karena tidak memiliki sikap bawaan sendiri, maka sangat dipengaruhi sekali oleh faktor eksternal.
  4. Tingkah laku dapat diamati dengan menggunakan metode objektif.


Aliran Humanistik

Aliran Humanistik merupakan kontribusi dari psikolog-psikolog seperti Gordon Allport, Abraham Maslow dan Carl Rogers.

Menurut aliran Humanistik, kepribadian yang sehat adalah individu dituntut untuk mengembangkan potensi yang terdapat didalam dirinya. Dan ciri dari kepribadian yang sehat adalah mapu mengaktualisasikan diri. Aktualisasi diri berlangsung terus dan tidak pernah statis atau selesai. Aktualisasi diri adalah mampu mengedepankan keunikan dalam pribadi setiap individu.

Menurut Gordon Allport, kepribadian yang matang memiliki ciri-ciri, seperti :
  1. Ekstensi sense of self.
  2. Hubungan akrab dan hangat dengan orang lain.
  3. Penerimaan diri atau keamanan emosional.
  4. Pandangan-pandangan realistis, keahlian dan penugasan.
  5. Keterampilan-keterampilan dan tugas-tugas.
  6. Objektifikasi diri, seperti insight dan humor.
  7. Filsafat hidup.


Ciri-ciri orang yang berfungsi sepenuhnya menurut Allport, seperti :
  1. Keterbukaan terhadap pengalaman (openness to experience).
  2. Hidup menjadi (existential living).
  3. Keyakinan organismik (organismic trusting).
  4. Pengalaman kebebasan (experiental freedom).
  5. Kreativitas (creativity).


Menurut Carl Rogers, kepribadian yang sehat itu bukan merupakan suatu keadaan dari ada, melainkan suatu proses, “ suatu arah bukan suatu tujuan”.

Jadi, orang-orang yang berfungsi dengan sepenuhnya tampak hidup sepenuhnya karena mereka mampu mengalami secara mendalam keseluruhan emosi, kebahagiaan dan kesusahan, kegembiraan dan keputusaasan merupakan kepribadian yang sehat. Semua manusia pada dasarnya baik dan memiliki potensi untuk sehat dan kreatif. Dan gangguan mental dapat berkembang karena adanya tekanan sosial.

Sumber :
Schultz, Duane. (2011). psikologi pertumbuhan: model-model kepribadian sehat. Yogyakarta: Kanisius